Apa Itu Alzheimer Dan Demensia
Penasaran dengan penyakit yang bikin seseorang lupa ingatan untuk waktu yang lama? Yup, itulah penyakit demensia, guys. Tapi tunggu dulu, sebelum kita bahas lebih jauh, ayo kita bercanda dulu biar suasana makin lucu. "Kalau kamu bilang dia pelupa, mungkin sih memang, tapi kalau ke dokter, sepertinya itu bukan lupa biasa, tapi memang ada masalah di otaknya. Jangan asal jatuhin stigma, guys." Okay, now let's get serious. Kita mulai dengan jenis-jenis demensia, yaitu:
1. Demensia Alzheimer
Apa itu Alzheimer? Kalau dijelasin dengan singkat, Alzheimer adalah gangguan saraf yang menyebabkan penurunan kemampuan otak seseorang. Penyakit ini biasanya diderita oleh orang yang lebih tua, tapi ada juga kasus Alzheimer dini pada orang yang masih muda. Yang unik dari penyakit ini adalah, gejalanya muncul perlahan dan bertahap. Awalnya mungkin seseorang hanya sering lupa hal-hal kecil saja, misalnya lupa menaruh kunci atau dompet, tapi lama-lama bisa mempengaruhi kemampuan berbicara, membuat keputusan, bahkan gerakan tubuhnya. 2. Demensia Vaskular
Selain Alzheimer, ada juga demensia vaskular. Demensia vaskular disebabkan oleh permasalahan di pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Saat pembuluh darah tersumbat atau pecah, pasokan darah ke otak akan terganggu sehingga sel-sel otak mati. Biasanya, pasien dengan demensia vaskular lebih mudah dibedakan dengan pasien Alzheimer. Karena gejala yang terlihat adalah gangguan konsentrasi, kesulitan berbicara, serta masalah pada gerakan tubuh. 3. Demensia Lewy Body
Demensia Lewy Body (DLB) adalah jenis paling umum ketiga setelah Alzheimer dan demensia vaskular. Nama "Lewy body" berasal dari penyebabnya yaitu klaster protein yang muncul dalam saraf otak, juga ditemukan pada orang dengan Parkinson. Mereka yang mengidap DLB biasanya mengalami halusinasi, gangguan memproses informasi dan perubahan daya ingat yang serupa dengan penyakit Alzheimer, tetapi seringkali dibarengi dengan gejala-gejala saat tidur yang aneh atau gangguan sementara dalam perilaku atau gerakan. 4. Demensia Frontotemporal
5. Demensia dengan Lewy Bodies secara Campuran
Biasanya, beberapa jenis demensia yang sudah disebutkan di atas muncul dengan sendirinya, namun ada juga jenis campuran. Demensia dengan Lewy Bodies secara Campuran adalah jenis demensia yang menggabungkan gejala dari Alzheimer dan DLB. Yang membuat jenis demensia ini unik adalah, pasien bisa mengalami perubahan tiba-tiba dalam kesadaran, halusinasi, atau disorientasi. Mereka umumnya cepat merespon perubahan lingkungan dan kesulitan dalam membuat keputusan. Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar demensia: Fakta Seputar Demensia
- 1 dari 3 orang di atas usia 85 akan menderita demensia.
- Lebih dari setengah dari jumlah orang dengan demensia belum didiagnosis.
- Kebanyakan kasus demensia dipicu oleh Alzheimer, vaskular dan campuran dengan Lewy Bodies.
- Demensia bukanlah bagian dari proses alamiah dalam menua.
Penyebab Demensia
Sebelumnya kita sudah membahas jenis-jenis demensia, lalu apa penyebabnya? Sayangnya, hingga saat ini para ilmuwan masih belum dapat menemukan penyebab pasti demensia. Namun, faktor risiko yang berpengaruh pada kemungkinan seseorang berkembang demensia antara lain:
- Usia.
- Genetik.
- Tingkat pendidikan.
- Kesehatan jantung.
Sejarah Demensia
Demensia pertama kali dijelaskan oleh dokter Jerman, Alois Alzheimer, pada tahun 1906. Saat itu, Alzheimer menjelaskan kasus seorang pasien wanita yang mati dalam usia 55 tahun dan memiliki gejala lupa, kesulitan bahasa, dan perubahan perangai.
Ketika Alzheimer memeriksa otak pasien, ia menemukan plak protein dan jeratan saraf di otak yang tidak biasa. Karena kasus ini sangat unik, Alzheimer kemudian menjelaskan kasus ini sebagai "Alzheimer's Disease," yang akhirnya menjadi nama yang diberikan pada penyakit ini hingga saat ini.
Setelah mengetahui sejarah dan penyebab demensia, yuk kita bahas cara mencegahnya!Tips Mencegah Demensia
- Rajinlah berolahraga
- Perbanyaklah konsumsi makanan yang kaya omega-3 dan antioksidan
- Jangan merokok
- Hindari minum alkohol berlebihan
- Rajinlah belajar sesuatu yang baru agar kita tetap aktif
Keuntungan dan Manfaat Mencegah Demensia
- Menjaga kesehatan gigi yang baik sehingga gaya hidup sehat dapat dijaga.
- Membantu membangun ketahanan fisik dan mental.
- Menurunkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.
- Meningkatkan kemampuan belajar.
- Meningkatkan performa otak dan mencegah penurunan kapasitas berpikir, ingatan, dan kecepatan berbicara.
Rekomendasi Demensia
- Mencegah kehilangan informasi penting dengan rutin membuat daftar tugas.
- Mengurangi stres di tempat kerja dengan sering menyegarkan tubuh atau berolahraga ringan.
- Meningkatkan aktivitas otak dengan melakukan teka-teki silang, puzzles dengan kata, dan bahkan main game.
- Jangan asal pakai obat-obatan tertentu. Sebelum kamu meminum obat apapun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter agar tidak menimbulkan efek samping yang buruk.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan. Jangan terlalu terbebani, hanya kamu seorang yang bertanggung jawab atas orang yang kamu cinta. Kamu bisa meminta pertolongan dokter, psikolog, atau teman terdekat.
Get notifications from this blog